Kontroversi Kebijakan Subsidi BBM

Sangat menarik mencermati postur APBN kita di tahun 2013, khususnya mengenai kebijakan subsidi BBM di bagian Belanja Pemerintah Pusat. Kurangnya sosialisasi dari media milik Pemerintah menjadikan kebijakan ini selalu menjadi polemik dari tahun ke tahun. Pemerintah, sebagai pihak yang mengelola APBN, terus berupaya untuk merasionalisasikan komponen subsidi BBM dengan pertimbangan bahwa keseimbangan fiskal akan terganggu apabila kebijakan ini tidak disesuaikan dengan kondisi terkini. Sedangkan, di sisi lain, pihak yang berseberangan mengkhawatirkan gejolak sosial yang mungkin timbul apabila kebijakan ini dihentikan.

Namun demikian, apabila kita berpikir lebih realistis dengan mengacu pada Data Pokok APBN, kita sebenarnya dapat melihat bahwa Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp193 trilliun untuk pos Subsidi BBM, sekitar 17% dari total Belanja Pemerintah Pusat yang mencapai Rp1,154 triliun. Jauh lebih besar daripada dana yang dianggarkan oleh Pemerintah untuk pos pendidikan atau kesehatan, yang masing-masing hanya sebesar Rp118 triliun dan Rp17 triliun.

image

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa APBN kita menganut sistem defisit, dimana anggaran belanja yang tidak terpenuhi oleh penerimaan negara akan ditutupi oleh pembiayaan yang bersumber dari utang. Tak dapat dipungkiri bahwa angka Rp193 triliun untuk subsidi BBM tersebut berpengaruh terhadap defisit APBN tahun ini yang diperkirakan sebesar Rp153 triliun. Terkesan seolah bahwa kita meminjam uang, kemudian “membakar” uang dalam bentuk subsidi BBM. Terus seperti itu dari tahun ke tahun, tanpa ada kesadaran bersama bahwa dana tersebut dapat kita manfaatkan untuk sesuatu yang lebih produktif.

Untuk bahan perbandingan, sebenarnya apa yang dapat kita lakukan dengan dana sebesar itu?

Well, dengan asumsi kotor pembangunan jalan tol membutuhkan dana sebesar Rp120 milliar per km, rumah sakit sebesar Rp110 miliar, perbaikan sekolah sebesar Rp200 juta dan pembangkit listrik Rp14.4 triliun; maka dana untuk subsidi BBM di tahun ini dapat digunakan untuk membangun jalan tol sepanjang 1,615 km, 1,762 rumah sakit kelas menengah atau untuk memperbaiki 969,026 gedung sekolah yang rusak. Sebagai tambahan, dana tersebut juga dapat digunakan untuk membangun 13 pembangkit listrik tenaga batu bara dengan kapasitas 3,500 MW/tahun yang akan sangat bermanfaat untuk mengatasi pemadaman bergilir yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Tapi, selamat datang di Indonesia, dimana musyawarah untuk mufakat hanya tinggal cerita. Diskusi tanpa solusi antara pihak yang berkepentingan menjadi santapan sehari-hari di koran dan televisi. Lomba berkontribusi memajukan negeri dari para politisi hanya ada dalam mimpi.

Terutama bagi pihak yang ingin menjadi pemenang pada Pemilihan Umum tahun depan, maka isu ini bisa “dimanfaatkan” untuk kampanye dini dengan menggunakan corong media yang mereka miliki. Atau bisa juga untuk menarik kembali simpati publik, dikarenakan elektabilitas partai yang mulai terkikis karena kasus korupsi.

Semoga itu hanya ketakutan saya saja. Semoga.

 

Daftar Pustaka:

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s