Perkembangan CPI Indonesia

Grafik di atas mengindikasikan bahwa, secara garis besar, Indonesia mengalami kemajuan dalam pemberantasan korupsi sejak Presiden Suharto turun tahta sekaligus mengakhiri dominasinya selama 32 tahun. Apabila dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada pada satu level di tahun tersebut, prestasi Indonesia sampai dengan tahun lalu masih menunjukkan trend positif. Terutama dimulai pada tahun 2003 dimana Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) mulai dibentuk.

Secara tidak langsung, indeks ini seolah mementahkan wacana yang dilontarkan oleh salah satu tokoh politik nasional sekitar dua tahun lalu yang menganggap KPK membusukkan sistem kenegaraan dan gagal menangani korupsi sistemik. Sehingga tokoh ini berpendapat bahwa lembaga ini lebih baik dibubarkan. Well, bagi saya pribadi, semua orang bebas berpendapat, tentu saja “menyesuaikan” dengan kepentingannya masing-masing.

Tidak perlu dikatakan lagi bahwa perjuangan memberantas korupsi memang tidak akan pernah mudah. Banyak pihak yang akan merasa dirugikan, sehingga mereka akan menyerang balik KPK dengan segala daya, upaya dan propaganda. Terlebih apabila yang diduga melakukan korupsi adalah tokoh partai politik, baik itu partai penguasa ataupun oposisi. Oleh karena itu, akan menjadi tugas yang sangat berat apabila KPK melakukannya sendirian, tanpa ada dukungan dari berbagai pihak. 

Pertanyaannya sekarang, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara bebas korupsi? Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan Indonesia lebih baik tanpa terjebak oleh kepentingan individu atau golongan? Bisakah kita bekerja sama, mengenyampingkan beberapa perbedaan untuk meraih tujuan mulia, menjadikan Indonesia sebagai tempat yang nyaman bagi anak cucu kita di masa depan?

Mengutip pernyataan Anies Baswedan pagi ini, “Tak usah muluk-muluk, minimal pada diri sendiri bisa berkata, saya tak turut membuat Republik ini keropos!”

*grafik diambil dari akun twitter Haryo Aswicahyono (@aswicahyono), ekonom senior di Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s