“Ayolah, Kawan. Kita sudah lama terjaga. Aku lelah. Sudah saatnya kita beristirahat,” Otak mulai merajuk.

“Nanti dulu. Tak ingatkah Kau masih banyak yang harus kita selesaikan?” Mata menyahut. “Kalian setuju denganku kan?” Lanjutnya setengah memaksa, sambil mengedarkan pandangan ke arah rekan kerjanya yang lain.

Semua diam. Tak ada yang menjawab. Kaki setengah terlelap di balik selimut. Tangan pasrah dengan keadaan. Mulut diam membisu.

Sampai kemudian, Lambung bersuara memecah keheningan, “Kruuk!”

“Ah, kau memang tak dapat diandalkan,” ujar Mata tak berdaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s