Smart Evening with Rossiana Silalahi

Disclaimer: Dialog mengenai kenaikan harga BBM ini berikut ini saya kutip dari akun twitter Rossiana Silalahi (@RosiSilalahi). Saya hanya melakukan edit seperlunya pada cara penulisan, agar lebih nyaman dibaca dan dipahami, tanpa merubah maksud dari kalimat yang disampaikan.

——

@RosiSilalahi: “NOW live @radiosmartfm 95.9, Smart Evening with Rosi dengan @FaisalBasri tentang kenaikan harga BBM. Simak juga live tweet saya dan ajukan pertanyaan Anda.”

 

@RosiSilalahi: “Apa analisa Anda sehingga kenaikan harga BBM belum juga diumumkan?”

@FaisalBasri: “Saya tidak tahu alasan apa lagi kenapa pemerintah belum mengumumkan kenaikan harga BBM. Padahal jika tidak juga dinaikkan, nilai rupiah bisa terus merosot.“

 

@RosiSilalahi: “Kenapa setiap kali ada usaha mengurangi subsidi pasti menimbulkan gejolak sosial?”

@FaisalBasri: “Sebenarnya kenaikan harga BBM sudah disiapkan sejak 2011. Gejolak akan timbul karena harga BBM dinaikkan pada situasi yang tidak bagus.”

 

@RosiSilalahi: “Dalam kampanye, pengurangan subisidi BBM disebut demi keadilan karena justru dinikmati oleh mereka yang mampu. Mengapa justifikasi ini sulit diterima?”

@FaisalBasri: “Rasa keadilan tidak terwujudkan dengan perilaku para pejabat yang mobilnya baru, mewah dan dengan pemborosan. Subsidi saat ini tidak menyentuh rakyat miskin, contohnya subsidi benih hanya 0.2 % dari subsidi keseluruhan. (Pada tahun) 2005 pemerintah juga menaikkan harga BBM dan 70 juta orang mendapatkan BLT. Pemerintah juga berhasil mengkonversi minyak tanah ke gas, karena ada gas murah. Jadi memang harus ada solusinya. Postur APBN saat ini jauh dari cerminan keadilan sosial. Komposisi subsidi juga patut dipertanyakan, tidak ada subsidi obat generik dan kedelai. Subsidi benih juga sangat kecil padahal itu sektor produktif. Karena itu kita sekarang impor pangan.”

 

@RosiSilalahi: “Ada kebingungan soal bagaimana BBM subsidi itu tidak dinikmati oleh orang kaya. Mobil mewah tapi memakai BBM subsidi. Anda melihat pemerintah mempunyai strategi untuk ini?”

@FaisalBasri: “Mentalitas masyarakat memang masih buruk, karena pengennya BBM yang murah meskipun kaya dan punya mobil.”

 

~~~

@RosiSilalahi: “Apa penjelasan paling rasional bahwa harga BBM memang harus naik?”

~~~

@ChatibBasri: “Menit pertama disumpah, 30 menit kemudian berikutnya disumpahi karena BBM.”

~~~

 

@RosiSilalahi: “Saya ingin menyapa telepon dari Menteri Keuangan Indonesia, @ChatibBasri. Selamat malam, Pak. Kapan nih sebetulnya harga BBM akan naik?”

@ChatibBasri : “Harus ada proses administrasi yang harus diselesaikan. Ini hanya soal waktu saja dan tidak terlalu lama, tapi presiden yang menentukan tanggalnya.“

 

@RosiSilalahi: “Kalau begitu lama harga BBM tidak naik juga, harga yang harus dibayar terhadap gejolak sosial yang terjadi tinggi sekali.”

@ChatibBasri : “Perkiraan saya sih ini tidak terlalu lama kok, itungannya hari, saya kira nggak sampai Juli.”

 

@RosiSilalahi: “Subsidi dikurangi, tapi kok pemerintah membayar dana ganti rugi lumpur Lapindo sampai Rp155 miliar, kan tidak adil.”

@ChatibBasri: “Soal dana Lapindo itu memang sudah ada di APBN, karena Lapindo kan sudah ditetapkan sebagai bencana nasional. Itu sudah lama.”

 

@RosiSilalahi: “Bagaimana menjelaskan konsep keadilan yang selama ini ditawarkan oleh pemerintah?”

@ChatibBasri: “Harga BBM bersubsidi adalah ketidakadilan karena 70% dinikmati yang kaya. Jadi isu BBM bukan hanya soal pemerintah ga punya anggaran tapi karena subsidi BBM itu tidak adil. Karena itu anggaran kementerian/lembaga juga dipotong Rp13 triliun.”

 

@RosiSilalahi: “Soal timing, kenaikan harga BBM terjadi menjelang puasa & lebaran, bagaimana penejalasannya bahwa ini tidak semakin berat untuk rakyat?”

@ChatibBasri: “Kita musti menyadari pemerintah tidak mau menaikkan harga BBM tanpa melindungi rakyat miskin. Dan kalau bicara rakyat miskin kita harus berhubungan dengan DPR, itu butuh waktu. Jadi postur APBN yang kita ajukan ke DPR dari dulu itu sudah menggambarkan bahwa BBM harus naik.”

 

@RosiSilalahi: “Terima kasih Mas @ChatibBasri atas kesempatan telewicaranya di sela-sela rapat. Sukses ya, Mas.”

 

@RosiSilalahi: “Kembali lagi ya tweeps pada perbincangan saya dengan Bang @FaisalBasri

 

@RosiSilalahi: “Bagaimana tanggapan Bang @FaisalBasri terhadap pernyataan @ChatibBasri tadi?”

@FaisalBasri: “Kenaikan harga BBM itu tidak berhubungan dengan proses administrasi itu harusnya. Menurut saya itu hanya soal kegamangan presiden saja. Kalau presidennya sudah firm kan tinggal panggil menterinya kerja sampai pagi, jadi itu. Jadi saya kira ini karena presidennya lemah.”

 

@RosiSilalahi: “Kalau dengan situasi ketidakpastian seperti ini, Anda juga resah gak sebagai ekonom?”

@FaisalBasri: “Siapapun pasti akan tidak nyaman dengan ketidakpastian. Ini pelaku usaha sudah menaikkan harga barang. Jangan salahkan DPR kalau seperti ini. Bilang saja kenaikan BBM ini karena pemerintah tidak punya lain. Jelaskan saja defisit APBN sudah melanggar ketentuan UU. Kalau soal dana APBN untuk Lapindo, saya kira itu memang ongkos sebuah koalisi.”

 

@RosiSilalahi: “Serangan bagi yang setuju dengan pengurangan subsidi adalah label neolib. Komentar Anda?”

@FaisalBasri: “Neolib satu istilah diperuntukkan bagi paham yang utamakan kepentingan kapitalis. Kalau BBM murah yang untung siapa? Orang kaya, traders, kekuatan-kekuatan yang selalu ada di belakang ini semua. Neolib tidak peduli dengan kerusakan alam. Jadi sekarang neolib hanya untuk melabel orang-orang yang ingin dikunci sebenarnya. Ada yang keliru.“

 

Caller: “Kenaikan harga BBM apakah tidak justru semakin memberatkan rakyat?”

@FaisalBasri: “Tidak ada kenaikan harga BBM-pun akan ada kenaikan harga barang, karena barang-barang kita banyak yang diimpor. Apalagi rupiah kita melemah. Jadi tanpa BBM naik, harga barang sudah pasti naik.”

 

Caller: “SBY kok sepertinya ragu menaikkan harga BBM ini? Seharusnya beberapa hari ke depan waktu yang ideal, berhubung sudah dekat puasa.”

@FaisalBasri: “Salah seorang wakil menteri mengeluh soal ketidakpastian ini. Apalagi kita ya. Harusnya menjelang puasa juga tidak masalah harga BBM naik. Kan kalau puasa harusnya konsumsi kita kurangi, tapi yang terjadi kan sebaliknya. Kalau soal BLSM atau jaring pengaman sosial, benahi dulu registrasi kependudukan yang bener sehingga data orang miskin itu jelas.“

 

@RosiSilalahi: “Banyak sekali yang mendapatkan data bahwa sumber alam kebanyakan dikuasai oleh asing. Benar gak?”

@FaisalBasri: “Faktanya dari seluruh ladang minyak, 50% konsesinya dikuasai Pertamina, selebihnya asing. Jadi tidak benar kalau ladang minyak kita dikuasai asing. Tapi kita memang harus mendorong national oil company. Asing boleh masuk tapi harus didampingi perusahaan lokal. Kita ingin Pertamina menjadi global player juga.“

 

Audiens: “Sebagai substitusi, apakah bisa bahan bakar gas menaikkan APBN?”

@FaisalBasri: “Gas kita cadangannya memang lebih besar dari minyak, namun gas kita tidak lagi mampu menutup di minyak. Jadi migas terus defisit.”

 

@RosiSilalahi: “Terima kasih kepada Bang @FaisalBasri atas dialognya yang sangat informatif dalam ‘Smart Evening with Rosi’ malam ini. Sukses selalu ya, Bang.”

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s