Rendang

Duh, Gusti, nikmat-Mu memang tidak ada habis-habisnya. Seperti kali ini, menjelang pergantian hari rendang buatan istri, yang rencananya untuk lauk besok, baru selesai dimasak. Pun demikian dengan nasi putih hangat yang baru selesai ditanak.

Apa daya, niat awal menuju kamar mandi untuk menyikat gigi malah berbelok ke dapur untuk menikmati sepiring nasi dan dua potong rendang sapi. Padahal ba’da maghrib tadi perut sudah diisi nasi beserta ayam goreng dicocol sambal Bu Rudy, dilanjut makanan penutup dua buah es krim mochi.

Alhamdulillah.

***

فبأي آلاء ربك تتمارى

Maka terhadap nikmat Tuhan yang manakah kamu ragu-ragu?

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s