Ada yang berbeda ketika naik Chugoku Bus dari Saijo menuju Yokohama malam ini. Dibandingkan dengan pengalaman beberapa bulan sebelumnya, desain interior pada bus langganan ini sedikit berbeda. Nampaknya, kenaikan tarif bus sebesar ¥300, dari sebelumnya ¥8,000 menjadi ¥8,300 untuk mahasiswa, akibat berlakunya pajak penghasilan terbaru sejak April 2014 telah “memaksa” perusahaan bus ini untuk lebih meningkatkan kualitasnya terutama dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Perbedaan pertama adalah pada gorden yang mengelilingi setiap kursi. Sebelumnya fasilitas ini tidak ada sama sekali, sehingga ketika lampu bus sudah dimatikan dan ada penumpang yang memainkan telepon seluler, maka cahaya dari layar seluler tersebut akan sedikit menerangi bus yang gelap gulita. Mungkin ini juga yang dijadikan dasar pemasangan gorden tersebut. Selain itu, fasilitas ini juga menjadikan privasi penumpang lebih terjaga. 


Perbedaan selanjutnya adalah lampu baca kecil yang terpasang di setiap kursi. Adanya gorden memungkinkan pemasangan lampu ini sehingga penumpang bisa tetap membaca buku di sepanjang perjalanan tanpa mengganggu penumpang yang lain ketika lampu di dalam bus sudah dimatikan.


Perbedaan lainnya adalah adanya stop kontak untuk mengisi batre telepon seluler. Fasilitas ini sebenarnya lazim ada di bus malam yang lain, seperti Willer Express. Namun untuk Chugoku Bus, sepanjang pengamatanku stop kontak di setiap kursi ini baru aku temukan kali ini. Sekarang tak perlu lagi repot-repot mengeluarkan powerbank dari tas seperti sebelumnya.


Apabila tiga perbedaan di atas tadi lebih ke arah untuk menjaga kenyamanan, maka dua perbedaan terakhir ini lebih ke arah keselamatan. Perbedaan tersebut adalah adanya tombol SOS di setiap kursi bagian bawah dan pemasangan sabuk pengaman. Sabuk pengaman ini sebelumnya terpasang seperti di pesawat, melintang dari pinggul bagian kanan ke kiri atau sebaliknya, sedangkan sabuk pengaman sekarang melintang dari pundak sebelah kanan ke  pinggul sebelah kiri seperti di mobil.


Untuk fasilitas yang lain, tidak banyak berbeda dengan bus sejenis, seperti sandal, tempat khusus untuk menaruh minum, selimut, dan tempat kaki selonjor yang sangat bermanfaat untuk penumpang berkaki panjang—sepertiku. Ah, dan tentu saja, jangan lupakan “fasilitas utama” yang menjadi andalan di negara ini, yaitu waktu tempuh perjalanan yang bisa diprediksi dengan standar deviasi sangat kecil. Untuk perjalanan sekarang, aku berangkat dari halte bus Saijoshiwamachi jam 20:50 dan akan sampai di Yokohama Station jam 09:00 di keesokan harinya. Kalaupun meleset, sepanjang pengalamanku paling hanya 5 sampai dengan 10 menit saja. Masih dalam batas toleransi, mengingat di tanah air terbiasa dengan jadwal yang tidak menentu.


Yosh! Mari menikmati perjalanan malam ini. Beristirahat dengan cukup sehingga besok berada dalam kondisi prima ketika berjumpa dengan istri tercinta.

سبحن اللذي سخرلنا هذا وما كن له المقرنين

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s