Menjelang Kepulangan


Kurang dari dua bulan menjelang kepulangannya setelah menyelesaikan tugas belajar; kamar istri pun penuh dengan paket-paket yang akan dikirim ke Indonesia. Paket yang direncanakan berjumlah delapan ini (baru rencana, red.) masing-masing berukuran sekitar 0.1 m³ dengan berat antara 25 s.d. 30 kg. Nantinya, dus-dus ini akan dikirim ke tanah air dengan menggunakan jasa pengiriman Kami Gumi Co. Ltd. melalui jalur laut. Dus-dus berisi beragam barang ini diperkirakan sampai di rumah sekitar satu bulan kemudian. Selain dikirim via kontainer, ada juga yang dibawa langsung, salah satunya sepeda folding kesayangan berwarna putih. Selama beratnya di bawah 23 kg, Garuda Indonesia mengizinkan sepeda ini untuk dibawa ke pesawat—tanpa biaya tambahan.

Aku juga nampaknya harus bersiap dengan acara bungkus-bungkus dus seperti ini begitu kembali sampai di Hiroshima nanti. Formulir pengiriman barang yang diterima dari Pak Ruswan kemarin harus segera ditindaklanjuti di sela-sela deadline thesis yang semakin mendekat, kemudian disusul dengan persiapan final test presentation dan closed test, serta satu tugas membuat paper untuk mata kuliah Development Finance.

Ah iya, plus tugas menyusun jurnal dari thesis seperti yang disarankan Sensei ketika lab meeting kemarin. Beliau berkata, “Kalau sudah kembali ke kantor, kamu tidak akan sempat menyusun jurnal karena kamu akan sibuk. Jadi saya sarankan kamu menyusunnya selagi masih di sini.”

“Well, roger that, Sensei. I’ll do my best. Your wish is my command.”

Suasana seperti ini, ditambah dengan kabar dari Iqbal yang menyampaikan pengumuman dari pihak apartment bahwa tanggal 24 September 2014 merupakan batas akhir tinggal di Ikenoue Student Dormitory menjadikan aroma back for good semakin terasa. Dikarenakan wisuda akan dilaksanakan pada tanggal 25 September 2014 (inshaa allah, red.), berarti aku harus mencari tempat stay sementara untuk minimal satu malam. Humm, tapi gampang lah itu mah, selama masih memegang kunci lab, berarti no need to worry regarding to the temporary place to stay.


Tidak terasa, petualangan selama di negeri Matahari Terbit ini akan segera berakhir. It feels like yesterday landed in Kansai International Airport and felt amazed buying mineral water for the very first time from the vending machine. Or felt worried when drinking water directly from the faucet in the kitchen. Dan beberapa pengalaman “unik” lainnya, yang kalau dibayangkan lagi suka membuat senyum-senyum sendiri.

Tapi, saat ini perjuangan belum berakhir. Perjuangan berada di fase “lagi lucu-lucunya”. Thesis masih belum ada progress yang berarti, sedangkan submission deadline kurang dari satu bulan lagi. Chapter tiga masih menanti finishing touch, setelah itu baru bisa lanjut ke chapter empat. Untungnya draft chapter lima sudah selesai, jadi lumayan bisa bernafas lega. Selanjutnya masih ada proses cleaning dan smoothing agar thesisnya bisa dibaca dengan baik dan dipahami maksudnya. Phew!

Hah! It’s time for Gia Sekando!

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s