Keceplosan

“Amam mau minum apa?” Tanyaku ke istri, ketika pesanan bubur ayam sudah datang.

“Es Tea aja deh, yang ga terlalu manis,” jawab istri.

“Ok deh. Bentar ya,” kataku, bersiap-siap memanggil Si Mang tukang bubur.

“MAM!”

Tukang bubur nengok, kami saling berpandangan sesaat. Situasi tiba-tiba menjadi kaku.

“….eh, Mang, err…es tea satu, teh botol satu.”

“Kok manggil ‘Mam’ ke tukang bubur, Pap?” Kata istri sambil tertawa ‘ngusek’ di samping.
 
Hasemik! Keceplosan. with Keukeu at Lapangan Banteng – Read on Path.

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s