Leyeh-Leyeh

Dulu, waktu duduk di kelas dua SMU, pernah dijewer Ibu Guru ketika dengan nyamannya ‘memejamkan mata’ sambil bersandar ke dinding kelas pada saat pelajaran sedang berlangsung. Saat itu aku langsung ‘membuka mata’ karena kaget, dan kemudian izin ke kamar kecil untuk mencuci muka.

Penasaran, apa jadinya kalau aku beralasan, “Bu, gaya saya memang seperti ini. Mata saya merem, tapi tidak tertidur. Kalau orang Jawa bilang, leyeh-leyeh.”

Dung dung dung!

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s