Lebih Galak

Melihat di sekitarnya masih ada ruang untuk bermanuver, supir mikrolet M01A (dibaca ‘moia’, red.) pun membanting kemudi ke arah kanan, kadang ke kiri, menginjak gas lebih dalam, dan menerobos masuk ke jalur busway di sebelah kanan. Pengemudi Yamaha Vixion yang akan berputar balik pun langsung menginjak rem dan mengeluarkan sumpah serapah ketika mengetahui ada mikrolet melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang.

Mendengar sumpah serapah itu, supir mikrolet langsung menginjak rem. Berhenti diam di jalur busway. Mengeluarkan setengah badan dari jendela, supir pun berteriak ke arah pengemudi motor yang hampir diserempetnya, “GW PECAHIN PALA LU!”

Pegangan istri semakin mengencang di lengan kiri. Panik. Bus di belakang menekan klakson berkali-kali. Tak bisa melaju karena jalur busway terhalang mikrolet.

Aku dan penumpang lainnya mencoba mendinginkan suasana, “Sudah, Bang. Biarin aja. Tenang, Bang. Tenang.”

Diam beberapa saat. Akhirnya supir mikrolet pun menginjak gas–perlahan. Sambil mata sesekali melirik ke arah spion. Berharap melihat pengemudi Yamaha Vixion. Mungkin ia merasa masih ada urusan yang harus diselesaikan.

Dalam hati, aku hanya bisa berujar, “Ini yang salah siapa; yang lebih galak siapa.”

Phew!

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s