Yoko-shiho-gatame

Sebelumnya beliau bersemangat sekali naik ‘enjot-enjotan’ di banteng-karet ini. Saking bersemangatnya, beliau sampai terjerembab dengan muka mencium ‘matras’. Menangis? Tentu saja.

Setelah bangkit lagi, beliau nampak sungkan untuk kembali naik ke atas banteng. Instead, beliau bermain-main dengan menggunakan metode berbeda. Si Banteng dipegang tanduknya, dan kemudian ditarik. Terkadang diangkat, lalu dilempar. Terakhir dibanting, kemudian dikunci dengan ‘teknik’ yoko-shiho-gatame.

Suatu saat nanti, mau ikut kelas Judo atau Brazillian Jiujutsu, Nak?

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s