Publikasi Pertama

“Arif-san, I would like to submit your thesis to an international journal, please adjust the writing style; and I suggest you to do it before the graduation. If you already go back to work, you will not have anytime to do that,” kata Sensei pada pertengahan tahun 2014.

Sejujurnya, mempunyai karya tulis ilmiah yang dipublikasikan secara internasional bukan merupakan target utama ketika melanjutkan kuliah di Hiroshima Daigaku (Hirodai). Namun, karena tidak ingin mengecewakan Sensei dan kebetulan istri juga mendukung, “Ya sudahlah. Sir, yes, Sir.” Sudah kepalang tanggung. Daripada hasil kerja keras dua tahun tergeletak di perpustakaan kampus. Tidak ada salahnya dicoba, kalau pun kemudian ditolak. Yo wis, anggap saja sebagai pengalaman.

Setelah menyerahkan versi cetak thesis ke Sekretariat, yang harusnya sudah terbebas dari urusan akademis, “terpaksa” kembali lagi ke lab. Sunting sana sini. Bolak balik dapat komentar dari Sensei. Sampai kemudian beliau mengirimkan jurnal ke The Singapore Economic Review (SER) pada akhir Oktober 2014.

Kembali ke tanah air, dan kemudian mulai disibukkan oleh rutinitas sehari-hari ditambah kehadiran Kei, maka informasi mengenai keberlangsungan jurnal yang sudah dikirimkan seringnya terlupakan. Kalau pun teringat sebentar kadang berpikiran “Ah, mungkin sudah ditolak. Dan Sensei belum sempat mengabarkan karena kesibukannya.”

Namun ternyata, pada pertengahan Desember 2015, sebuah surel dari Sensei mendarat di kotak surat ketika sedang rapat.

Arif san: 

How are you doing? Finally, we received comments from the journal’s reviewers. Please spare some of your precious time to revise the manuscript. I am also trying to improve it. 

Thank you very much for your help! 

Alhamdulillah. Akhirnya kabar itu pun datang juga. Setelah menunggu setahun lebih lamanya. Berbunga-bunga sebentar; kemudian baca komentar dari para reviewers. Dan…

JENG! JENG! Serasa luka ditaburi garam.

“Perih, Jon! Sakit.” Komentar-komentarnya itu ibarat menghancurkan lego Nick Wilde yang dibuat tiga hari dalam hitungan detik. Saking sakit hatinya, komentar dari mereka dibiarkan mangkrak berhari-hari lamanya. Bacanya pun enggan, boro-boro berniat mengakomodir semua kritikannya.

Untungnya, teringat, waktu di Saijo pernah ikut acara bincang-bincang PPI Hiroshima bersama Pak Rimawan dan Kang Asep Bayu tentang publikasi internasional. Intinya, kalau para reviewers itu memberikan komentar yang menyakitkan sampai ke tulang sumsum, ibaratnya, berbahagialah! Besar kemungkinan jurnal yang telah kita sampaikan dapat dipublikasikan. Kuncinya: sebisa mungkin mengikuti semua masukannya.

Beranjak dari pesan itu, lalu ditindaklanjuti dengan meminta bantuan Dong-san, adik angkatan se-lab yang sedang lanjut PhD di Hirodai; berkorespondensi dengan Prof. Narayan di Deakin University; berkonsultasi ke Pak Tuswadi untuk meminta petuah cara menjawab kritikan dari reviewers; dan Bro Farouq untuk konsultasi metodologi VECM, revisi jurnal pun dikirimkan kembali ke pihak penyunting di SER pada awal Februari 2016.

Awal Maret 2016, Sensei kembali mengirimkan surel,

Arif san: 

CONGRATULATIONS! Our submission has finally accepted by the Journal. 

Thank you very much for your hard work! 

Alhamdulillah. Penantian selama satu tahun setengah, termasuk mengorbankan waktu untuk bermain-main dengan Kei di akhir pekan selama tiga bulan terakhir karena harus mengerjakan revisi jurnal terbayar sudah. Sensei pun nampaknya senang karena selang beberapa hari kemudian kembali mengirimkan kabar, kali ini ditujukan kepada semua mahasiswa bimbingannya, baik yang masih berjuang di Hirodai ataupun sudah lulus.

I hope this e-mail finds you well.
Today, I would like to share two great news with you all.
Two graduates from our seminar has published and has been accepted their articles in peer-reviewed journals.

Congratulations, Lynda san and Arif san!
Let’s celebrate their excellent works!
Please also let us know how you are doing well.
Thank you!

Itu merupakan surel beliau yang terakhir kepada kami, sebelum masuk rumah sakit karena serangan jantung dan kemudian meninggal dunia pada akhir Maret 2016. Semoga di akhir hayatnya beliau turut bangga dengan pencapaian ini.

All in all, terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terpublikasinya jurnal pertama ini: keluarga mah pasti mendapatkan kredit paling besar, atas kesabaran dan doa-doanya yang tak pernah putus; Ishida Sensei dan teman-teman satu lab atas bantuannya; para senpai dan nakama di PPI Hiroshima atas inspirasinya; dan kolega satu kantor atas dukungannya.

Domo arigatou gozaimasu. Semoga tulisan tersebut bisa bermanfaat; dan semoga bukan menjadi tulisan yang terakhir.

To: Amam Keukeu dan Kei,

Ini untuk kalian berdua.

Love you as always.

Screenshot 2016-06-20 23.37.01

Catatan: Tautan untuk jurnal tersedia secara online di alamat: http://goo.gl/AVGRbw (berbayar).

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s