Jumatan

This slideshow requires JavaScript.

Sempat ragu sebenarnya mah sebelum memutuskan untuk akhirnya mengajak Beliau salat Jumat. Keraguan yang muncul karena ‘ketakutan’ apabila nanti Beliau bosan ketika khatib sedang ceramah atau jalan sendiri ke luar mesjid ketika saya sedang salat. Kan ribet. Apalagi sebelumnya Kei belum teruji untuk duduk manis di mesjid dalam waktu yang lama.

Namun, keraguan itu luluh ketika Beliau bilang, “Mau ikut Apap colat,” ketika saya sudah bersiap berangkat ke mesjid.

Untuk memitigasi risiko yang telah disebutkan di atas, saya pun membawa bekal berupa koleksi kereta Thomas and Friends, mainan favorit Kei saat ini. Total ada tiga lokomotif, dua rangkaian gerbong, satu mobil, dan satu helikopter; berukuran mini. Biasanya, kalau di rumah, Kei asik menyambungkan rangkaian gerbong itu dan tenggelam lama dalam imajinasinya.

Lalu, yang saya pertimbangkan selanjutnya adalah mesjid mana yang akan dituju karena dekat rumah ada tiga mesjid yang saya cukup familiar dengannya dan juga terjangkau. Pertama, mesjid paling dekat rumah, dengan ukuran sederhana; ke-dua, mesjid yang berjarak sekitar 400 meter dari mesjid pertama, lumayan besar; dan ke-tiga, mesjid terjauh dari rumah, ukuran besar, dan berada di dekat jalan utama.

Pilihan akhirnya jatuh ke mesjid terakhir. Pertimbangan utamanya, sepengetahuan saya, di sana banyak anak kecil juga yang ikut jumatan. Walaupun, letaknya agak jauh, namun dengan pertimbangan mesjid yang luas, maka jamaah juga akan lebih banyak. Jadi kalau nantinya Kei bosan dan menangis, tidak terlalu mengganggu jamaah yang lain. Mungkin.

Beda misalkan apabila jamaah sedikit, tangisan anak kecil sedikit banyak akan menjadi pusat perhatian dan mengganggu kekhidmatan jumatan. Untuk mesjid yang ke-dua, lain kali Kei saya ajak ke sana, karena saya pun tidak mempunyai pengalaman salat Jumat di mesjid tersebut.

Dengan niatan untuk mengenalkan calon pemimpin masa depan ini ke mesjid, maka dengan mengucapkan “Bismillah” kami pun berangkat dengan menaiki sepeda.

Sesampainya di mesjid, saya memilih tempat yang dirasa paling ‘feasible’. Tidak di barisan paling depan, tentu saja. Tidak di beranda juga. Saya memutuskan untuk duduk di barisan tengah, dekat tembok, terpisah satu saf di depan dari kipas angin yang tiada henti berputar menyejukkan jamaah. Tujuan saya, kalau Kei nyaman dan tidak kepanasan, maka peluang Beliau untuk rewel akan mengecil.

Ketika saya salat tahiyatul masjid, Kei lebih banyak duduk diam. Terkadang berdiri mengelilingi saya, atau ikut naik ke punggung sambil tertawa-tawa ketika saya sujud. Namun, selang beberapa saat setelah saya menyelesaikan salat, yang saya khawatirkan terjadi. Kei mulai merajuk, merangkul minta dipangku, dan meminta saya untuk menemaninya main di luar. Kereta mainan yang saya bawa Beliau campakkan begitu saja. Saya coba bujuk semampu saya, namun bocah dua tahun itu terus merajuk.

“Wah, bagaimana ini? Masa harus pulang dan membatalkan ikut Jumatan,” gumam saya dalam hati. Membiarkannya pun saya tidak tega, selain itu, tentu saja, akan mengganggu jamaah lainnya.

Untungnya.

Untungnya, di tengah kekhawatiran saya, muazin berdiri. Kemudian mengumandangkan azan dengan syahdu. Di tengah azan, rajukan Kei mulai berkurang. Ketika panggilan salat tersebut berakhir, Kei terkulai di pundak saya. Tertidur. Terbangun lagi setengah jam setelah salat Jumat selesai, ketika saya menaikkannya ke atas sepeda.

“Duh, Kesayangan. ”

😘

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s