Selangkah Demi Selangkah

Setelah mendapatkan respon positif dari dua professor di University of York dan University of Nottingham (baca: Berburu Professor); juga berkomunikasi dengan banyak teman, baik yang sudah lulus dari universitas tersebut ataupun sekarang masih menempuh pendidikan di sana, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar di School of Economics, The University of Nottingham. Akomodasi di Nottingham yang lebih murah daripada di York, merupakan komponen pertimbangan utama lainnya karena saya berniat untuk langsung membawa keluarga ketika nanti berangkat.

It has nothing to do with ranking, honestly speaking, since I believe both of them are among the best in the United Kingdom.

Namun, ketika kemudian saya membaca informasi yang terdapat di halaman web-nya, saya terus terang merasa ‘jiper’. Bagaimana tidak, dalam sebuah survei The Guardian University Guide 2018, School of Economics, UoN, menduduki peringkat ke-empat untuk bidang studi ekonomi dari 70 universitas di UK yang disurvei. Posisinya hanya berada di bawah the University of Cambridge, the University of Oxford, dan the Heriot-Watt University.

Pun demikian dari rangking yang dikeluarkan oleh The Complete University Guide 2018, Tilburg University, dan The Times and Sunday Times Good University Guide 2017; posisi the School of Economics, UoN, berturut-turut berada di urutan ke-lima, ke-enam, dan ke-tujuh di UK. Adagium yang menyebutkan ‘bisa masuk, tapi tidak bisa keluar’ juga ‘masuknya susah, dan keluarnya lebih susah’ terus terang cukup lama menghantui.

Tapi lagi-lagi, sudah kepalang tanggung untuk meragu. LPDP sudah siap membiayai, professor yang bersedia jadi supervisor juga ada, doa dari keluarga mengalir tak henti-hentinya, dan bantuan dari jejaring rekan yang ada pun alhamdulillah dimudahkan. Kurang apa lagi?

Saya mendadak teringat ketika menerima hasil Nilai Ebtanas Murni (NEM, sekarang Ujian Akhir Nasional) SMP, seorang guru favorit berkata, “Kamu daftar di SMA (x) Purwokerto saja.”

“Kenapa ga di SMA 1, Pak?” kata saya.

“Nilaimu ga bakalan cukup,” balas beliau tegas.

Tak terbantahkan, pada saat itu SMA 1 merupakan SMA paling favorit di Purwokerto. Target Bapak ke saya waktu itu cuma sekadar masuk SMA negeri. Sempat ingin cari aman dengan daftar di SMA (x) saja sesuai saran Pak Guru, tapi kemudian Bapak bilang, “Dengan nilai segini, SMA 1 kayaknya bisa nih.”

If my memory serves me right, waktu itu dari SMP 9 Purwokerto hanya ada empat orang yang mendaftar ke SMA 1: empat-empatnya lulus, namun yang satu lebih memilih sekolah di STM Telkom. Dari tiga yang tersisa, satu orang sekarang menjadi dokter spesialis mata (Salam hormat, dr. BK Putra!), satu orang PNS Kemenkeu, dan satu orang lagi saya kehilangan kontak semenjak beliau melanjutkan kuliah di Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro (Hi, Mam!).

Seperti halnya yang terjadi sekitar sembilan belas tahun lalu, tahun ini proses pencarian sekolah terulang kembali. Bedanya, dulu diantar oleh Bapak naik angkutan kota jalur H.2 sambil membawa map kumpulan dokumen; sekarang tidak. Cukup minta doa saja.

Setelah melengkapi semua dokumen administrasi, dengan bantuan seseorang yang bekerja di Indonesia Britain Education Centre (IBEC) saya mendaftar ke School of Economics, UoN, pada tanggal 4 April 2017. Seseorang ini saya kenal ketika mengunjungi pameran pendidikan yang ada di Otoritas Jasa Keuangan beberapa bulan yang lalu. Beliau juga banyak membantu dalam memberikan informasi terkait pemilihan kampus dan situasi kota yang ada di UK.

Sebulan menunggu masih tak ada kabar. Dua bulan berlalu, dan masih sama saja. Sempat merasa khawatir takutnya ada permasalahan lagi seperti ketika saya mendaftar ke Groningen University, dimana dokumen pendaftaran yang telah dikirimkan sejak Februari lalu terkendala masalah teknis sehingga belum di-review dan harus dikirimkan ulang.

Akhirnya, tepat satu hari setelah Idul Fitri 1438 H, notifikasi melalui surel dari The University of Nottingham pun datang, mengabarkan hasil dari seleksi yang telah dilakukan untuk perkuliahan yang akan dimulai pada 1 Oktober 2018. Surel tersebut dilampiri dua dokumen: University of Nottingham Student Contract dan Provisional Unconditional Offer Letter; menyatakan bahwa saya diterima untuk kuliah pada program Doctor of Philosophy in Economics dengan expected minimum length of study selama 36 bulan.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.

arifprasdotcomSelangkahDemiSelangkah

Pekerjaan rumah selanjutnya sekarang adalah meminta izin kepada LPDP untuk pindah universitas tujuan, dari sebelumnya Groningen University ke University of Nottingham. Pasalnya, ketika tes wawancara saya sempat menjelaskan bahwa saya tidak memilih kampus di UK karena adanya potensi ketidakpastian situasi politik setelah mayoritas warga UK memilih untuk keluar dari Zona Eropa (BREXIT). Dengan berbekal informasi yang telah didapat dari konsultasi ke perwakilan beberapa universitas di UK yang hadir di empat pameran pendidikan yang telah saya datangi dan juga beberapa teman yang sedang kuliah di sana, semoga proses perpindahan ini berjalan mulus.

Mari berjuang lagi!

Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you did not do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover. 

— Jackson Brown Jr., P.S. I Love You

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s