Hyson Green

Hyson Green ini memang bukan lingkungan yang British; kebanyakan penduduk di sini adalah imigran. Namun bagi kami, fasilitas di sekitar komplek yang terletak sekitar 4 km dari kampus ini sangat sesuai dengan kebutuhan kami. Dimulai dari fasilitas ibadah, sekolah anak, toko halal, fasilitas kesehatan, dan halte bus.

Terkait dengan sarana ibadah; dulu waktu di Hiroshima, Masjid As-Salam dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit naik sepeda dari apato kampus Ikenoue. Di sini, Masjid Umar dapat ditempuh dengan lima menit jalan kaki. Bahkan, Masjid Ash-Shifa hanya selemparan batu saja dari pintu rumah.

Sekolah Kei juga demikian, jaraknya sangat dekat karena bersebelahan dan merupakan bagian dari Masjid Ash-Shifa. Sebenarnya ada sekolah nursery umum yang ratingnya lebih bagus, namun jaraknya lebih jauh, setengah jam berjalan kaki, dan waktu tunggunya tidak pasti.

Terlebih, selain karena kurikulum pendidikannya yang islami, kami berpendapat bahwa jarak sekolah yang dekat akan lebih memudahkan ketika mulai sering hujan dan suhu berada di bawah nol ketika musim dingin.

Lalu, toko daging halal juga bertebaran di sekitar sini: tinggal memilih saja mana yang paling murah. Ada yang berada di seberang Masjid Umar, ada juga yang berada di dekat Mary Potter Centre, semacam gedung tempat fasilitas kesehatan dan perpustakaan umum berada.

Terakhir adalah halte bus L12 locallink menuju ke kampus; berada di dekat Mary Potter Centre dan dapat dicapai hanya dengan 5 menit jalan kaki. Halte operator bus lainnya juga ada di dekat Masjid Umar, namun apabila menggunakan L12 saya tidak perlu ganti bus dan, khusus pelajar, tidak perlu membayar ongkos bus. Cukup menunjukkan kartu mahasiswa dan kami pun dapat mengirit GBP1 s.d. GBP1.5 untuk satu kali jalan. Lumayan.

Sebelum berangkat ke sini, saya memperoleh informasi Hyson Green dari Kang Taraf Kurniawan. Sekarang, setelah dua minggu di sini saya cuma bisa bilang “Rekomendasi antum pancen tjiamik! Semoga menjadi amal jariyah untuk antum dan keluarga.”

Keterangan foto:
1. Masjid Umar setelah shubuh.
2. Jalan komplek dari rumah menuju Masjid Umar sebelum maghrib.

Published by

apsulistiono

Salah satu orang yang percaya bahwa pemikiran harus dituliskan agar ia tidak musnah; cita-cita harus dinyatakan agar ia tidak terlupakan; dan pengalaman harus dibagi untuk menjadi pelajaran. Email: arifpras[at]hotmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s