Bobotoh-Milanisti

Setelah gantung sepatu untuk bermain di lapangan berumput luar ruangan, kemarin memberanikan kembali untuk sekadar mencari keringat dengan saudara-saudara baru di sini. Walaupun, hanya bermain sebentar namun sudah lebih dari cukup untuk menghangatkan badan di tengah suhu udara yang lumayan sejuk: sekitar 12 derajat celcius.

Terlebih, saya harus tahu diri juga mengingat status sekarang yang berada pada level U-16. Bukan berusia under-16 years old seperti Amiruddin Bagas Kaffa dkk, tapi U-16 itu maksudnya “bermain under-16 minutes”. Pada zaman keemasan dulu memang pernah bermain bersama Firefox FC di Planet Futsal Kuningan selama tiga jam non stop tanpa pergantian.

Tanpa pergantian: catat itu. Terpaksa, karena jumlah yang hadir pas 10 orang, dan tenaga serta semangat muda kami masih bersinergi dengan sempurna.

Tapi kembali lagi, itu dulu: ketika AC Milan masih berjaya dan menguasai Eropa. Sekarang? Ah, angka 7 di lengan jersey itu tidak hadir secara tiba-tiba. Ada tetesan keringat dan air mata bahagia yang ada di sana.

Eh, nulis tentang Setan Merah kok bajunya Pangeran Biru? Ya wajar saja, kan hari ini #persibday. Begini begini, saya #bobotoh sejak Liga Dunhill, ketika Persib mengalahkan Petrokimia Putra di final dan menjadi juara melalui gol semata wayang Sutiono Lamso.

MANGPRANG LAH!

Super Agresif

Setelah mendatangkan The Magnificent Seven dan merampungkan saga Donnarumma, Fassone dan Mirabelli nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan beristirahat. Jurnalis kawakan Di Marzio tadi malam mengabarkan bahwa Lucas Biglia dan Leonardo Bonucci tinggal selangkah lagi untuk berseragam merah hitam. Beberapa jam terakhir, lini masa juga gencar memberitakan dua orang protagonis di timnya masing-masing itu sedang berpamitan ke klubnya.

Biglia merupakan kapten Lazio sejak kepergian Stephano Mauri dua tahun lalu, sedangkan Bonucci merupakan palang pintu andalan Juventus dan Italia selama tujuh musim terakhir. Khusus untuk bek yang juga pernah membela Internazionale Milan ketika berusia 19 tahun itu, Del Piero berujar kepada Sky Sport Italia, “I didn’t expect it. It looked like a joke, the news came like a bolt from the blue. It is a very, very amazing deal, I would not have thought about such a thing.”

Apabila yang diberitakan oleh Di Marzio tersebut terjadi, total yang telah dikucurkan Milan untuk mendatangkan pemain bertahan saja adalah sebesar 100 juta Euro. Fantastis. Terlebih, ada kabar yang menyebutkan bahwa kedatangan Leo Bonucci ke Milan akan menjadikannya sebagai bek termahal Italia sepanjang masa dan pemain dengan gaji tertinggi di Serie A.

Sudah selesai? Belum. Bursa transfer baru akan ditutup 31 Agustus 2017. Dan Milan masih santer dihubungkan dengan Belotti dan Aubameyang.

Milan klub miskin? Ah, selamat datang di era baru.

JUST PREPARE FOR ANOTHER MADNESS!!

Kejutan Berikutnya?

This slideshow requires JavaScript.

Baca berita seperti ini, walaupun tingkat kebenarannya masuk dalam kategori ‘entahlah’, tetap saja membuat hati berbunga-bunga. Bisa saja ini merupakan kejutan dari Mirabelli dan Fassone berikutnya, mengingat dana untuk pembelian striker masih tersisa banyak. Mendapatkan Andre Silva dengan harga 38 juta euro tentu saja merupakan penghematan apabila membeli Morata, Aubameyang, atau Belotti yang harganya mendekati 100 juta euro.

Tadinya saya berharap Andre Silva akan menggunakan nomor punggung 10 yang tak bertuan setelah Honda tak diperpanjang kontraknya. Silva akan menjadi icon pemasaran yang menarik dengan pertimbangan dia masih muda, dikontrak panjang, dan diboyong dengan harga mentereng, termahal kedua dalam sejarah Milan setelah Rui Costa.

Akan tetapi, apabila kabar yang menyebutkan dia mengambil nomor punggung 9 ini valid, lalu Lapadula memilih nomor 7, maka prediksi saya nomor keramat ‘il fantasista’ dipersiapkan untuk seseorang yang fantastis. Dan Marco Veratti lebih dari layak untuk masuk kategori itu.

Dengan kebijakan transfer jor-joran di bursa kali ini, mimpi mendapatkan Veratti saya kira tidak terlalu absurd. Namanya juga mimpi, jangan kepalang tanggung.

Agresif

Lupakan sejenak riuh rendah saga Donnarumma. Lebih baik menikmati sentuhan duet Fassone dan Mirabelli di awal bulan Juni. Catat: ini masih awal bulan Juni! Dengan dukungan dana konsorsium yang dikomandani Yong Hong Li, Milan begitu agresif di bursa transfer kali ini.

Terakhir kali saya seantusias ini dengan kebijakan transfer Milan adalah ketika klub dengan torehan terbanyak juara Eropa di Italia itu mendatangkan Ibrahimovic dan Robinho. Selebihnya hanya bisa mengelus dada saja. Mengincar pemain yang habis kontrak atau meminjam sudah jamak dilakukan pada beberapa musim terakhir, terkecuali pembelian Bacca, Romagnolli, dan Bertolacci yang menguras pundi-pundi cukup dalam.

Pembelian Musacchio, Kessie, R. Rodriguez, dan Andre Silva; serta penunjukkan Gattusso sebagai pelatih Primavera musim depan sedikit banyak mencerminkan ambisi Milan untuk menyongsong musim 17/18. Dan ternyata tidak sampai di situ karena media masih intensif mengabarkan ketertarikan Milan kepada Conti, Keita Balde, Biglia, Forsberg, dan Krychowiak.

Kita lihat saja dalam beberapa hari ke depan, kejutan apa lagi yang akan diberikan oleh duet Fassone dan Mirabelli. Yang jelas, dengan tambahan para pemain menjanjikan tersebut, saya sudah tidak sabar dengan racikan Montella di musim depan.

PREPARE FOR MADNESS!!

Sumber Foto: @squawka on twitter

Donnarumma’s Best Saves

I pick this one as the best Donnarumma’s saves since he was promoted to the senior squad and became the first choice of three managers: Mihajlovic, Brocchi, and Montella. In this picture, he denied Khedira’s long-range shot in the last minute match, where another Milan’s wonder kid, Locatelli, scored the one and only goal.

The second one? It is when he denied Dyballa’s decisive penalty in the Supercoppa Italiana 2016 several days ago; again, against Juventus.

Forza lotta vincerai non ti lasceremo mai.


~the picture is taken from https://goo.gl/xBRZzQ

Super Mario

Looking on Italian starting line-up when visiting Malta is so interesting. Last night, the national team was dominated by players from only two clubs, six from Juventus and five from A.C. Milan. Cesare Prandelli as the coach maybe did not have any choice since A.S. Roma’s De Rossi is suspended.

At the end of the game, Italia won 2-0 over the home side. A big credit must be given to Gianluigi Buffon who saved a penalty kick from Michael Mifsud. However, a brace from Mario Balotelli is more than enough to take Italia one step closer to the 2014 World Cup.

The A.C. Milan’s ace netted the first goal from the spot after Stephan El Shaarawy was fouled inside the area and scored the second from a wonderful assist by Mattia De Sciglio. With eight goals, now he has surpassed Antonio Cassano as the leading scorer of the national team under Cesare Prandelli.

So, why always you, Super Mario?

~ the picture is taken from @canalemilan.