Kruuk!

“Ayolah, Kawan. Kita sudah lama terjaga. Aku lelah. Sudah saatnya kita beristirahat,” Otak mulai merajuk.

“Nanti dulu. Tak ingatkah Kau masih banyak yang harus kita selesaikan?” Mata menyahut. “Kalian setuju denganku kan?” Lanjutnya setengah memaksa, sambil mengedarkan pandangan ke arah rekan kerjanya yang lain.

Semua diam. Tak ada yang menjawab. Kaki setengah terlelap di balik selimut. Tangan pasrah dengan keadaan. Mulut diam membisu.

Sampai kemudian, Lambung bersuara memecah keheningan, “Kruuk!”

“Ah, kau memang tak dapat diandalkan,” ujar Mata tak berdaya.