Terlena

Biasanya absen di mesin pintu masuk gedung, namun karena pintu sudah terbuka kami (saya, Kei, & Kin) pun langsung masuk dengan rencana untuk absen nanti saja di lantai 4. Sesampainya di atas, pintu sudah terbuka juga dan kami terlena; langsung masuk begitu saja.

Setelah lewat jam 8.00 tersadar kalau ada sesuatu yang ‘salah’. Buru-buru mengecek portal, dan ternyata di mesin saya tercatat absen jam 8.09.

Daripada jatah bulan depan dipotong karena dianggap telat masuk kantor, terpaksa membuat surat pemberitahuan dengan tanda-tangan Bos Besar. Surat itu juga dilampiri bukti rekaman CCTV yang saya dapat dari ruangan Security gedung sebagai bukti otentik bahwa kami datang jam 7.01.

Semoga dimaklumi oleh pihak berwenang, mengingat wajah kami tidak ada yang terlihat karena semua memakai ‘hoodie’.

Super Agresif

Setelah mendatangkan The Magnificent Seven dan merampungkan saga Donnarumma, Fassone dan Mirabelli nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan beristirahat. Jurnalis kawakan Di Marzio tadi malam mengabarkan bahwa Lucas Biglia dan Leonardo Bonucci tinggal selangkah lagi untuk berseragam merah hitam. Beberapa jam terakhir, lini masa juga gencar memberitakan dua orang protagonis di timnya masing-masing itu sedang berpamitan ke klubnya.

Biglia merupakan kapten Lazio sejak kepergian Stephano Mauri dua tahun lalu, sedangkan Bonucci merupakan palang pintu andalan Juventus dan Italia selama tujuh musim terakhir. Khusus untuk bek yang juga pernah membela Internazionale Milan ketika berusia 19 tahun itu, Del Piero berujar kepada Sky Sport Italia, “I didn’t expect it. It looked like a joke, the news came like a bolt from the blue. It is a very, very amazing deal, I would not have thought about such a thing.”

Apabila yang diberitakan oleh Di Marzio tersebut terjadi, total yang telah dikucurkan Milan untuk mendatangkan pemain bertahan saja adalah sebesar 100 juta Euro. Fantastis. Terlebih, ada kabar yang menyebutkan bahwa kedatangan Leo Bonucci ke Milan akan menjadikannya sebagai bek termahal Italia sepanjang masa dan pemain dengan gaji tertinggi di Serie A.

Sudah selesai? Belum. Bursa transfer baru akan ditutup 31 Agustus 2017. Dan Milan masih santer dihubungkan dengan Belotti dan Aubameyang.

Milan klub miskin? Ah, selamat datang di era baru.

JUST PREPARE FOR ANOTHER MADNESS!!

Mesin Jahit Ibu

Ibu punya banyak cerita tentang mesin jahit dan kemampuan menjahitnya: kemampuan yang banyak berjasa mengantarkan kami berempat lulus kuliah sampai jenjang minimal S1. Walaupun sebenarnya, usaha jahit Ibu hanya usaha jahit rumahan yang mana pelanggannya adalah orang-orang terdekat yang mengetahui kalau Ibu bisa menjahit.

Dulu, mesin jahit Ibu bermerek Butterfly. Entah sekarang masih berfungsi dengan baik atau tidak. Namun yang jelas, bagi Ibu, saya yakin mesin jahit manual berwarna hitam itu telah menyimpan banyak kenangan yang tidak akan mungkin terlupakan.

Dengan tidak bermaksud merusak kenangan itu, dan atas saran Amam agar Ibu tidak terlalu bosan tinggal sementara waktu di Bekasi, saya pun membelikan Ibu mesin jahit baru: Janome. Pada awalnya Ibu sempat kesulitan karena mesin jahit itu mempunyai lebih banyak fungsi daripada mesin jahit Ibu sebelumnya. Namun, dengan bantuan Adik dan YouTube, Ibu ternyata bisa menguasai mesin jahit tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Terbukti, ketika saya pulang kantor beberapa hari yang lalu, baju lebaran untuk Kin sudah jadi, “Selama ada desain contohnya mah engga terlalu sulit,” kata beliau. Tapi yang membuat saya kagum sebenarnya adalah baju itu dibuat hanya dalam waktu satu hari saja. SATU HARI!

Yang utama bagi kami mah, semoga Ibu bahagia dengan pemberian yang tidak seberapa itu.

Agresif

Lupakan sejenak riuh rendah saga Donnarumma. Lebih baik menikmati sentuhan duet Fassone dan Mirabelli di awal bulan Juni. Catat: ini masih awal bulan Juni! Dengan dukungan dana konsorsium yang dikomandani Yong Hong Li, Milan begitu agresif di bursa transfer kali ini.

Terakhir kali saya seantusias ini dengan kebijakan transfer Milan adalah ketika klub dengan torehan terbanyak juara Eropa di Italia itu mendatangkan Ibrahimovic dan Robinho. Selebihnya hanya bisa mengelus dada saja. Mengincar pemain yang habis kontrak atau meminjam sudah jamak dilakukan pada beberapa musim terakhir, terkecuali pembelian Bacca, Romagnolli, dan Bertolacci yang menguras pundi-pundi cukup dalam.

Pembelian Musacchio, Kessie, R. Rodriguez, dan Andre Silva; serta penunjukkan Gattusso sebagai pelatih Primavera musim depan sedikit banyak mencerminkan ambisi Milan untuk menyongsong musim 17/18. Dan ternyata tidak sampai di situ karena media masih intensif mengabarkan ketertarikan Milan kepada Conti, Keita Balde, Biglia, Forsberg, dan Krychowiak.

Kita lihat saja dalam beberapa hari ke depan, kejutan apa lagi yang akan diberikan oleh duet Fassone dan Mirabelli. Yang jelas, dengan tambahan para pemain menjanjikan tersebut, saya sudah tidak sabar dengan racikan Montella di musim depan.

PREPARE FOR MADNESS!!

Sumber Foto: @squawka on twitter

Donnarumma’s Best Saves

I pick this one as the best Donnarumma’s saves since he was promoted to the senior squad and became the first choice of three managers: Mihajlovic, Brocchi, and Montella. In this picture, he denied Khedira’s long-range shot in the last minute match, where another Milan’s wonder kid, Locatelli, scored the one and only goal.

The second one? It is when he denied Dyballa’s decisive penalty in the Supercoppa Italiana 2016 several days ago; again, against Juventus.

Forza lotta vincerai non ti lasceremo mai.


~the picture is taken from https://goo.gl/xBRZzQ

#SaveAleppo 2

Beda kaki berpijak; beda mata memandang; beda tangan terayun. Namun ketika anak-anak kehilangan keceriaan dan orang dewasa kehilangan harapan, sudah sewajarnya hati kita tersatukan. Karena hanya hati yang mampu melampaui semua perbedaan itu.

Bergeraklah sekarang, karena esok lusa mungkin sudah terlambat. Bergeraklah sekarang, karena ketika kemanusiaan diremehkan maka diam adalah kejahatan.

Allahummanshur li ikhwaninaa fii Aceh wa fii Suriah wa fii Rohingya wa fii Falisthiin wa fii kulli makaaan.

Suatu Saat Nanti

Menjelang senja di suatu saat nanti. Sepulang dari masjid untuk shalat ashar dia berjalan mendekat, dan kemudian duduk di samping saya yang sedang menikmati secangkir kopi di beranda depan rumah.

K : Jadi gimana, Pap? Akang boleh ikutan ga?

S : Kamu beneran mau ikutan? Ga cuma ikut-ikutan aja?

K : Bener, Pap. Akang udah lihat-lihat brosurnya. Kemaren sama temen juga sempet mampir ke tempat latihannya.

S : Sekolah kamu gimana? Ga bakal keganggu?

K : Inshaa allah engga, Pap. Kalau Akang teledor Apap boleh potong uang jajan Akang.

S : Udah ngomong ke Amam?

K : (terdiam)

S : Kenapa?

K : Apap aja yang ngomong.

S : Humm. Akang aja yang ngomong sendiri, nanti Apap bantuin.

K : Beneran tapi yah? (dengan wajah sumringah)

S : Iyah. Tapi cuci mobil dulu gih. Apap mau selonjoran dulu.